Tampilkan postingan dengan label Kurikulum IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum IPA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juni 2017

PERAN PARA PELAKU PERENCANAAN KURIKULUM

1. Peran Administrator (Kepala Sekolah)

Menurut W. K. Kellogg tugas administrator berhubungan dengan :

a. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran

b. Siswa

c. Kepemimpinan komunitas sekolah

d. Staff

e. Gedung sekolah

f. Transportasi sekolah

g. Struktur dan organisasi

h. Keuangan dan manajemen sekolah

Menurut Drake and Roe menyatakan bahwa prioritas utama yang harus dilakukan oleh administrator sebagai berikut:

1. Memprakarsai perbaikan metode dan teknik pengajaran.

2. Memastikan bahwa kurikulum itu cocok untuk kebutuhan para siswa.

3. Mengarahkan para guru untuk memotivasi para siswa belajar secara optimal

4. Memberikan kesempatan kepada para guru untuk memilih programnya sendiri

5. Mengarahkan para guru untuk mengkoordinir dan menyusun materi pokok sesuai dengan kelas masing-masing.


2. Peran Para Guru

Para Guru mengambil peranan utama dalam pengembangan kurikulum. Ada banyak contoh keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum, mereka memulai dengan membuat proposal dan menyelesaikan kelas mereka. Mereka memulai dengan rancangan pembelajaran, mendata, melakukan riset, menghubungi orang tua dan lainnya, menulis dan menciptakan materi kurikulum, mengevaluasi sumber daya, mencoba gagasan baru.

Para guru bekerja sama dengan administrator dan professional lain, dapat menggunakan ketrampilan dan pengetahuan mereka dalam usaha untuk meningkatkan kurikulum.

 
3. Peran Para Siswa

Untuk merencanakan suatu program dalam perencanaan kurikulum, harus disesuaikan dengan siswa. Rahasia pengambilan keputusan perencanaan kurikulum yang baik adalah dengan memperhatikan saran atau pendapat siswa untuk sekolahnya. .Beberapa sekolah mencari informasi tentang pendapat atau saran siswa untuk dapat melihat secara lebih luas tentang suatu program kurikulum.

Keterlibatan siswa dalam perencanaan kurikulum menandakan perencanaan kurikulum yang professional. Sehingga mereka dapat merasakan bagaimana suatu program baru. Mereka dapat memberikan masukan sebagai penerima suatu program.

Pemilihan siswa yang ikut ambil bagian dalam perencanaan kurikulum, berdasarkan pada sejumlah variabel seperti kecerdasan, motivasi, dan pengetahuannya. Suatu kontribusi yang berharga untuk peningkatan kurikulum yang dapat diberikan siswa adalah mengevaluasi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Walaupun para siswa secara aktif masuk ke dalam proses pengembangan kurikulum dalam beberapa sistem persekolahan, keterlibatan mereka umumnya masih cenderung jarang.

 
4. Peran orang tua dan masyarakat

Menurut Peter F. Oliva, peran orang tua dan masyarakat dalam perencanaan kurikulum terkait dengan :

a. mendukung dan memperkuat keputusan yang dibuat oleh sekolah.

b. terlibat untuk mendukung program sekolah.

c. terlibat dalam kepengurusan komite sekolah

d. merupakan mitra bagi sekolah.

e. turut serta bertanggungjawab untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sekolah.


5. Peran Para pengembang Kurikulum

Tanggung jawab utama pengembang kurikulum ditugaskan pada guru dan mereka yang dipilih sebagai pemimpin, keduanya dikenal sebagai pekerja kurikulum. Mereka dalah kelompok orang yang bekerja sama dengan beban yang berat

untuk meningkatkan kurikulum. Produktivitas akan sukses jika kelompok :

a. menetapkan tujuan pada awal pekerjaan

b. terdapat pertukaran personaliti

c. anggotanya mempunyai keahlian, pengetahuan dan kemampuan teknik

d. terdiri atas anggota yang mempunyai motivasi dan bersedia memberikan energi dan waktunya

e. menerima kepemimpinan yang sesuai dan peran yang sesuai

f. orang-orang yang dapat berkomunikasi satu sama lain

g. mempunyai keahlian dalam pengambilan keputusan

h. mempunyai anggota-anggota yang menjaga agenda pribadi dalam relasi yang sesuai dengan tujuan-tujuan kelompok


6. Peran Pemimpin Kurikulum

Pemimpin kurikulum paling sering adalah anggota sekolah, tetapi bisa juga datang dari luar kelompok guru, seperti pengawas kantor pusat, konsultan kurikulum, para direktur pembelajaran dan asisten untuk kurikulum. Pemimpin kurikulum harus :

a. menguasai suatu pendidikan umum

b. mempunyai pemahaman yang baik tentang kurikulum

c. mempunyai pengetahuan tentang sumber daya untuk pengembangan kurikulum

d. mempunyai keterampilan dalam riset

e. dapat mengetahui kebutuhan siswa, masyarakat dan daerah

f. mempunyai sedikit keahlian tentang filsafat, sosiologi dan psikologi

g. mengetahui dan menghargai karakteristik individu rekan kerja mereka.


DAFTAR PUSTAKA


Oliva, Peter F. (1992). The Developing Curriculum. New York : Harper Collins Publisher.

Yager Robert E. (1992). Science Curriculum Resource Handbook.New York : Krus International Publications.


PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN OLEH PEMIMPIN KURIKULUM

Menurut Oliva dalam kepemimpinan dan pengembangan kurikulum ada empat faktor yang sangat berpengaruh, yaitu:

1. The Change Process (Proses Perubahan)
Seorang pemimpin harus mengetahui apa yang dapat membawa perubahan dan dapat menerapkannya dalam kelompok. Ia harus dapat mengambil keputusan secara efektif. Lembaga-lembaga perlu berubah jika ingin berkembang.

Pengembangan kurikulum adalah upaya terencana dari kelompok sepatutnya terorganisir (atau kelompok) yang berusaha untuk membuat keputusan cerdas untuk mempengaruhi perencanakan perubahan kurikulum. Perubahan terencana, jauh berbeda dari trial and error atau evolusi alami, melainkan sebuah proses yang sistematis yang harus diikuti oleh seluruh peserta.

Menurut Warren G. Bennis fungsi dari proses perubahan meliputi :
  • meningkatkan kompetensi pribadi pemimpin 
  • mempengaruhi perubahan dalam nilai-nilai sehingga faktor manusia dan perasaan -datang untuk dianggap sah. 
  • Meningkatkan saling pengertian di antara anggota kelompok kerja untuk -mengurangi ketegangan 
  • Mengembangkan manajemen tim 
  • Mengatasi konflik bukan menekannya 
  • Menumbuhkan kebersamaan, rasa saling percaya, saling membutuhkan dan -membagi tanggung jawab bersama.

2. Interpersonal Relations (Hubungan antar perseorangan) 
Pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang dinamika kelompok serta mampu membangun iklim kerja yang harmonis. Kelompok akan bersemangat bila:
Interaksi antara anggota kelompok sering terjadi, pada tingkat profesional yang tinggi, ramah, dan harmonis
Konflik pribadi antara anggota kelompok yang jarang atau tidak ada
Kepemimpinan dari dalam kelompok, bersumber dari kekuatan anggota
Perbedaan pendapat yang konstruktif didorong

Kelompok menyadari adanya kemajuan dalam mencapai tujuan dan perlu memperinci tujuan
Kelompok merasa mendapat penghargaan, rasa puas atas keberhasilan

3. Leadership Skills (Ketrampilan Memimpin)
Pemimpin yang terampil harus mampu menghindari dan mengatasi beberapa situasi yang tidak produktif yang berkembang dalam komite kurikulum.

Menurut Ralp B. Kimbrough dan Michael Y. Nunnery terdapat empat gaya kepemimpinan yang dianggap rasional :  
  • Pemimpin cenderung punya intelegensi yang lebih tinggi dari yang lain, punya kemampuan administrasi dan kompetensi teknik dalam menghadapi situasi. 
  • Pemimpin cenderung bersifat dewasa, punya kepercayaan diri, berorientasi pada tujuan, bisa menyelesaikan masalah, dan punya semangat untuk maju.
  •  Pemimpin harus sadar bahwa masyarakat sangat penting dalam mewujudkan prestasi tujuan. Karena itu hendaknya pemimpin harus berkomunikasi dengan masyarakat, bersosialisasi, ramah dan kooperatif.
  •  Adanya sifat-sifat ini tidak menjamin performa pemimpin, begitu juga tanpa sifat-sifat tersebut tidak akan menghalangi performa pemimpin, tetapi sifat-sifat tersebut tentu akan melahirkan performa efektif pemimpin.

4. Communication Skills (Ketrampilan berkomunikasi)
Pemimpin harus mempunyai tingkat ketrampilan komunikasi yang tinggi dan harus mampu menolong anggota kelompoknya dalam meningkatkan kemampuan komunikasinya. Masalah yang dijumpai dalam keterampilan komunikasi :
Kesulitan dalam komunikasi lisan bisa berasal dari situasi-situasi berikut :  
  • Anggota kelompok baik sengaja maupun tidak gagal menciptakan suatu topik pembicaraan. 
  • Anggota kelompok menggunakan bahasa yang tidak tepat dan tidak jelas.
  •  Anggota kelompok memilih materi diskusi yang pernah mereka dengar  
  • Anggota gagal mengekspresikan dirinya sendiri, terutama apabila mereka tidak setuju dengan apa yang dikatakan
  • Anggota gagal mengikuti jalannya diskusi secara teratur  
  • Diskusi ditutup dan kelompok memaksa untuk melakukan voting sebelum waktunya
  • Sesi selesai tanpa keputusan
  • Arus komunikasi utamanya mengalir dari pimpinan ke anggota  
  • Kedengkian, permusuhan dan ketidakharmonisan muncul dalam kelompok

Kesulitan yang akan muncul pada bentuk komunikasi tertulis ketika terjadi situasi seperti berikut :
  • Penulis tidak bisa merasakan dampak dari kata-kata dalam komunikasi tulis 
  • Komunikasi tulis dalam jumlah berlebihan  
  • Penggunaan bahasa yang kurang baik

DAFTAR PUSTAKA

Oliva, Peter F. (1992). The Developing Curriculum. New York : Harper Collins Publisher.

Yager Robert E. (1992). Science Curriculum Resource Handbook.New York : Krus International Publications.